Kisi-kisi olimpiade kimia

Kimia Organik

1. Tata nama, reaksi, sifat fisik dan kimia, serta ikatan antaratom dari berbagai senyawa

  • Alkana, alkena dan alkuna
  • Alkanol dan alkoksi alkana
  • Alkanal dan alkanon
  • Asam alkanoat dan alkil alkanoat
  • Benzena dan turunannya
  • Senyawa nitrogen
  • Senyawa halogen


2. Makromolekul

  • Polisakarida
  • Asam nukleat
  • Asam amino dan protein
  • Asam lemak dan lemak


3. Sintesis organik

4. Stereokimia

5. Mekanisme reaksi organik

6. Elusidasi struktur

  • Spektroskopi massa
  • NMR
  • Spektroskopi IR


<strong “mso-bidi-font-weight:=”” normal”=””>Kimia Anorganik

1. Tabel periodik unsur

  • Perkembangan sistem periodik unsur
  • Perkembangan dasar pengelompokan unsur
  • Sifat keperiodikan unsur
  • Konfigurasi elektron


2. Kecenderungan sifat unsur-unsur golongan utama

  • Titik leleh dan titik lebur
  • Tingkat oksidasi
  • Elektronegativitas
  • Afinitas
  • Jari-jari
  • Sifat magnetik
  • Konduktivitas listrik
  • Reaktivitas


3. Golongan utama

  • Tata nama senyawa unsur golongan utama
  • Diagram Latimer dan diagram Frost-Ebsworth
  • Struktur padatan
  • Sifat dari senyawa unsur golongan utama (asam, basa, oksidator, reduktor)
  • Reaksi dari senyawa unsur golongan utama
  • Pengaruh pH pada reaksi oksidasi-reduksi


4. Golongan transisi

  • Tata nama senyawa unsur golongan transisi
  • Tingkat oksidasi
  • Diagram Latimer dan diagram Frost-Ebsworth
  • Struktur padatan
  • Sifat dari senyawa unsur golongan transisi (kelarutan, asam, basa, oksidator, reduktor)
  • Reaksi dari senyawa unsur golongan transisi
  • Pengaruh pH pada reaksi oksidasi-reduksi


5. Ikatan kimia

  • Struktur Lewis
  • Kepolaran
  • Teori hibridisasi dan teori orbital molekul
  • Berbagai ikatan dan interaksi yang terlibat dalam pembentukan senyawa (ikatan kovalen, ionik, hidrogen, interaksi van der walls, dsb.)


6. Proses industri kimia

  • Industri H2SO4
  • Industri NH3
  • Industri Na2CO3
  • Industri Cl2 dan NaOH
  • Industri HNO3


<strong “mso-bidi-font-weight:=”” normal”=””>Kimia Fisik

1. Fasa

  • Teori gas dan gas ideal
  • Diagram fasa satu komponen
  • Hukum Henry dan hukum Raoults
  • Sifat koligatif


2. Termodinamika

  • Entalpi, entropi, dan energi bebas
  • Kalor dan kapasitas panas
  • Hukum Hess
  • Siklus Born-Haber
  • Entalpi pembentukan standar dan entalpi ikatan


3. Kesetimbangan kimia

  • Model kesetimbangan kimia
  • Tetapan kesetimbangan dan hubungannya dengan konsentrasi dan tekanan parsial
  • Kesetimbangan asam-basa
  • Kesetimbangan kelarutan


4. Elektrokimia

  • Sel elektrokimia
  • Potensial elektroda standar
  • Notasi sel
  • Persamaan Nernst dan hubungannya dengan energi bebas
  • Elektroforesis
  • Korosi


5. Kinetika kimia

  • Faktor penentu laju reaksi
  • Tingkatan energi terhadap koordinat reaksi
  • Tetapan laju reaksi dan orde reaksi
  • Hukum laju diferensial
  • Reaksi orde 1 dan reaksi orde 2


<strong “mso-bidi-font-weight:=”” normal”=””>Kimia Analitik

1. Aspek kuantitatif dalam suatu reaksi

  • Stoikiometri reaksi
  • Penentuan konsentrasi suatu spesi

  2. Penentuan rumus kimia suatu senyawa berdasarkan Ar dan Mr

3. Konsep mol, tetapan avogadro, dan tetapan ionisasi

4. Asam-basa

  • Perkembangan konsep asam-basa
  • Derajat disosiasi
  • Larutan asam-basa
  • Reaksi asam-basa
  • pH larutan


5. Titimetri

  • Kurva titrasi asam-basa
  • Pemilihan indikator berdasarkan kurva titrasi
  • Titrasi permanganimetri, iodometri, dan kompleksometri


6. Larutan elektrolit dan nonelektrolit

  • Ciri larutan elektrolit dan nonelektrolit
  • Jenis larutan berdasarkan daya hantar listriknya
  • Senyawa pembentukan larutan elektrolit


7. Reaksi redoks

  • Penyetaraan reaksi redoks
  • Penerapan konsep redoks


8. Elektrokimia

  • Sel volta
  • Elektrolisis


9. Analisis kualitatif

<strong “mso-bidi-font-weight:=”” normal”=””>Biokimia

1. Karbohidrat

  • Tata nama
  • Proyeksi Fischer
  • Formula Haworth
  • Sifat-sifat karbohidrat


2. Lemak dan Asam Lemak

  • Tata nama
  • Sifat-sifat lemak


3. Asam amino

  • Struktur 20 asam amino standar
  • Klasifikasi asam amino standar
  • Titik isoelektrik
  • Sifat-sifat umum asam amino


4. Protein

  • Struktur protein
  • Interaksi kovalen dan nonkovalen pada protein
  • Sequencing
  • Folding protein
  • Protein integral dan protein periferal
  • Pengaruh sistem dan lingkungan terhadap protein


5. Asam nukleat, DNA, dan RNA

  • Struktur asam nukleat, DNA, dan RNA
  • Perbedaan asam nukleat, DNA, dan RNA
  • Jenis, perbedaan, dan fungsi RNA
  • Sintesis protein


6. Enzim

  • Klasifikasi enzim
  • Bagian-bagian enzim
  • Tata nama enzim
  • Kinetika enzim
  • Koenzim dan kofaktor

olimpiade kimia

Olimpiade Kimia merupakan ajang bertarung Ilmu Kimia, dari tingkat kota hingga Internasional. Di Indonesia sendiri, setiap tahun rutin mengikuti IChO atau International Chemistry Olimpiade yang pesertanya SMA yang  diseleksi melalui OSK (Olimpiade Sains Kota) lalu OSP (Olimpiade Sains Provinsi) yang diadakan di tiap daerah di Indonesia. Tidak hanya itu, masih  banyak lomba-lomba Kimia lain seperti dari Universitas atau Pesta Sains Nasional yang rutin juga diadakan setiap tahun.
  
  Dalam Olimpiade Kimia, ada materi materi yang wajib dikuasai, karena paling banyak muncul di soal. Materi tersebut :
     1. Stoikiometri (kelas X)
     2. Larutan Ph dan kelarutan (kelas XI)
     3. Elektrokimia (kelas XII)
     4. Kimia Organik (kelas X dan XII)
     5. Kesetimbangan dan Laju Reaksi (kelas XI)
Namun tetap harus mempelajari bab lainnya terutama pehamanan dan hafalan tentang kimia fisik dan sifat atom dan unsur, karena tidak semua soal Olimpiade Kimia merupakan soal hitungan, sebagian bahkan setengahnya merupakan soal pemahaman dan hafalan. Soal Olimpiade Kimia terdiri atas Pilihan Ganda dan Essay, dan tingkat Nasional ditambah dengan soal praktek dan pemecahan masalah. yang patut diperhatikan adalah pada bagian Pilihan Berganda. Harus diperhatikan pada petunjuk soal, karena biasanya terdapat nilai minus bila salah menjawab, karena nilai 1 pun sangat berharga dalam Olimpiade.
   sekedar saran dalam menghadapi Olimpiade Kimia.
  1. Pahami materi dengan matang, materi kelas X, XI dan XII, terutama kelas XI karena sebagian besar materi        yang diujikan adalah kelas XI lalu kelas XII.
  2. Berlatih melalui soal soal Olimpiade tahun tahun sebelumnya, karena jenis soal akan sama, yang berbeda adalah angkanya.
  3. Berlatih dengan tekun dan optimis bisa.
  4. Pada saat mengerjakan soal, kerjakan yang yakin bisa (bila ada sistem minus) karena 1 poin saja sangat berarti.
  5. Jangan gugup saat mengerjakan soal, karena bisa membuat kita blank.
  6. Jangan lupa terus berdoa.
Semoga bermanfaat.
 

Arti Nilai Oktan Pada Bensin

Kita sering dengar istilah RON dan MON ketika di televisi sedang ramai-ramainya menyiarkan tentang kenaikan harga BBM. Yang masih baru-baru ini kita dengar pemerintah akan mengganti premium dengan pertalite yang memiliki RON lebih tinggi dibanding dengan premium. Oktan adalah angka yang menunjukkan tingkat ketukan (knocking) yang ditimbulkan bensin terhadap mesin saat terjadi pembakaran. Ketukan terjadi ketika bahan bakar terbakar prematur di mesin, menyebabkan suara khas yang menyerupai ketukan. Ketukan pada mesin akan menyebabkan kerusakan dan membuat mesin tidak beroperasi secara efisien. Itu sebab, agar bekerja efisien mesin membutuhkan oktan tertentu yang direkomendasikan. Angka oktan diperoleh dengan menguji bahan bakar dalam keadaan terkontrol. Angka oktan memiliki dua versi yaitu research octane number (RON) dan motor octane number (MON). Angka-angka ini diperoleh setelah bensin melalui pengujian dalam situasi yang berbeda, dengan MON lebih menekankan pada performa mesin untuk melihat bagaimana bahan bakar berperilaku pada berbagai situasi. Angka oktan yang terdapat di pompa bensin seringkali mencerminkan nilai rata-rata antara RON dan MON. Angka oktan dikalibrasi untuk membentuk skala. Dua bahan kimia, heptana dan iso-oktana, dijadikan standar pada skala, dengan heptana memiliki nilai 0 dan iso-oktana memiliki nilai 100. Ketika bahan bakar diuji dalam sebuah mesin, kinerjanya dibandingkan dengan campuran heptana dan iso-oktana untuk melihat perpaduan paling sesuai. Jika campuran meliputi 20% heptana dan 80% iso-oktana, misalnya, maka bahan bakar tersebut memiliki angka oktan 80. Angka oktan dapat disesuaikan dengan menambahkan aditif untuk menaikkan nilainya. Meskipun iso-oktana memiliki skala 100, tetap dimungkinkan untuk membuat bahan bakar dengan oktan diatas 100. Bahan bakar kinerja tinggi sering memiliki nomor oktan sangat tinggi, seperti bahan bakar roket yang memiliki angka oktan lebih dari 100. Semakin tinggi angka oktan, semakin besar tekanan yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar. Jika bahan bakar oktan rendah dgunakan di mesin yang dirancang untuk oktan tinggi, bahan bakar bisa meledak atau menyebabkan ketukan hebat yang bisa merusak mesin. Agar awet, pemilik kendaraan harus menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai yang direkomendasikan. Continue reading

tausiyah

oleh ustadz Fatkhul Umam,S.H

Jenis Penelitian

Dari segi pengertian, komparasi artinya membandingkan, yaitu membandingkan seberapa besar tingkat perbedaan antara satu hal dengan hal lainnya. Sedangkan korelasi artinya menghubungkan (hubungan), yaitu seberapa erat hubungan antara satu hal dengan hal lainnya.

Penelitian komparasi dapat dilakukan untuk membandingkan antara dua hal yang berbeda atau tidak ada hubungan sama sekali. Contohnya, perbedaan lama sembuhnya penyakit yang diobati dengan obat B dibanding dengan obat A. Antara A dan B tidak ada hubungan sama sekali, bahkan obat A dan B diberikan pada pasien yang berbeda, dengan intensitas pengobatan yang sama dan yang akan dievaluasi adalah kecepatan sembuhnya. Penelitian komparasi juga dapat dilakukan untuk membandingkan antara keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada suatu sampel yang sama. Misalnya, disebuah kampung kita ambil sampel ibu-ibu. Kelompok yang akan diteliti sama, yaitu ibu-ibu dikampung A, akan kita ukur kadar gula darah sebelum dan sesudah diberi penyuluhan.

Penelitian korelasi menyatakan kuat lemahnya hubungan antara dua hal atau lebih, ke arah mana hubungan tersebut (positif atau negatif). Penelitian ini dapat digunakan untuk menyelidiki hubungan (studi hbungan) dan memperkirakan (studi prediktif). Contohnya kita akan menyelidiki hubungan antara tingkat percaya diri siswa terhadap hasil belajar (contoh studi hubungan) dan menyelidiki atau memprediksi seorang siswa dapat sukses atau tidak di perguruan tingggi dengan melihat peringkat di SMA, nilai mapel-mapel tertentu,ranking paralel, akreditasi sekolah dan lain-lain.

Itulah perbedaan yang mendasar disamping masih banyak perbedaan yang lain, misalnya dalam analisis dan perhitungan.

Sistematika Penelitian Tindakan Kelas

Secara garis besar lapoan PTK terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pembuka, isi dan penunjang.

Berikut salah satu contoh sistimatika laporan PTK.

Halaman Judul

Lembar Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel (bila ada)

Daftar Gambar (bila ada)

Daftar Lampiran

Abstrak (ringkasan)

BAB   I PENDAHULUAN

A  Latar Belakang Masalah

B  Identifikasi Masalah

C  Pembatasan Masalah

D  Rumusan Masalah

E  Tujuan Penelitian

F  Manfaat Penelitian

BAB II  KAJIAN  PUSTAKA

A.    Kajian Teori

B.     Penelitian yang relevan ( bila ada)

C.     Kerangka Berpikir

D.     Hipotesis Tindakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A  Setting Penelitian

B  Subjek Penelitian

C  Sumber Data

D  Teknik dan Alat Pengumpulan Data

E  Validasi Data

F  Analisis Data

G  Indikator Kinerja

H  Prosedur Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN

A  Gambaran Selintas Tentang Setting

B  Uraian Penellitian Secara Umum/Keseluruhan

C  Penjelasan persiklus

D  Porses Menganalisis Data

E   Pembahasan  dan Pengambilan Kesimpulan

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Cara Mengembalikan File Yang Telah Tertimpa Pada Windows

Jika Anda pernah mengedit dokumen, menghapus seluruh paragraf dan menyimpannya secara tidak sengaja, Anda pastinya merasa tertolong jika Anda mengetahui bagaimana cara mengembalikan file tersebut pada saat file tersebut belum tertimpa. Versi terbaru dari sistem operasi Windows menyediakan fitur agar Anda bisa kembali pada pengeditan dokumen sebelumnya, dan mempelajari bagaimana cara mengembalikan dokumen yang sangat menyita waktu Anda dalam pembuatannya. Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana caranya.

Instruksi

Windows 7

  1. Bukalah Computer. Klik tombol Start>Computer.
  2. Carilah folder yang terlampir. Pergilah ke folder yang dulunya tersimpan file atau folder yang ingin Anda kembalikan, klik kanan pada folder tersebut, dan lalu klik Restore previous versions. Jika folder tersebut berada pada bagian teratasi hierarki partisi drive, contohnya C:, klik kanan pada partisi tersebut, dan lalu klik Restore previous versions. Anda akan melihat daftar versi terdahulu yang tersedia dari file atau folder yang tertimpa. Daftar ini termasuk file yang tersimpan pada backup, sama seperti restore points, jika keduanya tersedia. Catatan: untuk mengembalikan versi terdahulu dari sebuah file atau folder memiliki bagian pada library, klik kanan pada file atau folder lokasi yang menyimpan file tersebut, bukan pada library. Contohnya, untuk mengembalikan versi terdahulu dari sebuah gambar yang termasuk dalam library Picture, tetapi tersimpan pada folder My Pictures, klik kanan pada folder My Pictures, dan lalu klik Restore previous versions.
  3. Pilihlah versi terdahulu yang ingin Anda kembalikan. Klik kanan pada versi terdahulu dari folder yang mengandung file atau folder yang ingin Anda kembalikan. Contohnya, jika sebuah file dihapus hari ini, pilihlah versi folder kemarin, yang seharusnya mengandung file tersebut.
  4. Pindahkan file target. Seret file atau folder yang ingin Anda kembalikan ke lokasi lainnya, seperti desktop Anda, ataupun folder lain. Versi file atau folder disimpan pada lokasi yang Anda pilih.

Windows Vista (Beberapa Versi)

  1. Klik pada ikon Start, ketikkan Explorer pada kotak Start Search yang akan muncul. Klik pada Windows Explorer, dibawah Program pada bagian atas menu Start.
  2. Carilah file versi terbaru. Pergilah ke folder yang megandung versi terbaru file yang ingin Anda kembalikan. Jika folder Documents terbuka dan Anda ingin pergi ke folder Pictures, lihatlah pada kolom kiri Windows Explorer, dan gulir kolom tersebut untuk mencari folder.
  3. Klik kanan pada file yang ingin Anda kembalikan. Dan lalu klik Properties, dan klik tab Previous Versions. Perhatikan: Disini, Anda jangan langsung mengklik Restore, karena hal itu akan menimpa versi file yang telah ada dan Anda akan kehilangan semua data yang yang telah ada semenjak Anda menimpa file versi terdahulu. Klik Restore jika Anda hanya ingin tetap mendapatkan versi terdahulu file tersebut. Klik Copy jika Anda ingin mengembalikan versi terdahulu file tanpa menimpa versi terbaru. Windows akan bertanya kepada Anda, dimanakah Anda akan menyimpan file tersebut. Anda juga bias menyimpan file tersebut pada desktop Anda.

 

Peringatan

Beberapa versi Windows Vista tidak memiliki fitur restore version. Hanya Windows Vist Ultimate dan Windows Vista Business yang memiliki fitur tersebut.

Metode 1 : Untuk Windows 8

  1.  Aktifkan History file. Untuk dapat memuat versi dari file atau folder, Anda harus mengaktifkan History file terlebih dahulu, yang mengharuskan anda memiliki hard drive eksternal atau akses ke folder jaringan. Windows akan menggunakannya untuk menyimpan versi file Anda dan memungkinkan dokumen untuk pulih dari penyimpanan yang buruk dan dokumen yang tertimpa.
  • Buka Control Panel. Anda dapat menekan tombol Windows + X dan pilih Control Panel dari menu, atau ketik “Control Panel” sementara pada halaman Start dan pilih dari hasil pencarian.
  • Klik pada menu System and Security link. Menu Ini biasanya terdapat pada pilihan pertama di jendela Control Panel.
  • Klik File History link. Dalam daftar pilihan, Anda akan melihat File History. Klik link untuk membuka layar konfigurasi.
  • Aktifkan File History. Jika hard drive eksternal Anda terpasang tombol Turn On akan tersedia untuk bisa di klik. Jika Anda ingin mengubah lokasi ke drive jaringan, klik tombol Select Drive di menu sebelah kiri dan kemudian klik “Add network location”. “Add network location”.
  • Pilih apakah Anda ingin HomeGroup untuk dapat terhubung ke drive atau tidak. Jika Anda memiliki beberapa komputer di HomeGroup Anda dan Anda ingin mereka semua menyimpan backup mereka ke lokasi pusat, klik Yes, jika tidak apa-apa untuk klik No.
  1.  Mengkonfirgurasi pengaturan advanced File History dengan cara klik link “Advanced settings” dibagian kiri menu.
  • Ubah dan sesuaikan berapa lama file akan digunakan dengan menggunkanan menu “Keep saved versions”. Defaultnya adalah “Forever”.
  • Ubah seberapa sering salinan disimpan dengan menggunakan tombol menu “Save copies of files”. Defaultnya adalah “Every Hour”.
  1.  Restore file yang dihapus atau ditimpa Arahkan ke folder di mana file atau folder telah dihapus. Pastikan bahwa tab Home dipilih.
  • Klik tombol File History. Tombol ini terletak di bagian Terbuka tab Home.
  • Gulir ke versi yang ingin Anda restore . Setelah Anda membuka jendela File History, Anda akan diberikan snapshot dari folder itu. Gunakan tombol panah di bagian bawah jendela untuk menggulir kembali ke versi sebelumnya dari folder sampai Anda menemukan file yang ingin Anda restore.
  • Klik tombol Restore berwarna biru. Tombol ini terletak di antara panah navigasi. Mengklik tombol ini akan mengembalikan file atau folder yang dipilih ke lokasi semula.
  1.  Restore versi lama dari file. Jika Anda tidak sengaja menghapus sekelompok teks yang Anda sekarang tidak bisa kembali, Anda dapat mengembalikan versi lama dari file menggunakan File History.
  • Pilih file yang ingin Anda putar kembali.
  • Klik tombol File History di tab Home.
  • Gulir kembali melalui versi, periksa isi file. Untuk dokumen, File History akan menampilkan isi dari file tersebut sehingga Anda dapat dengan mudah melihat versi yang Anda ingin anda restore
  • Klik tombol Restore. Anda akan ditanya apakah Anda ingin mengganti file yang saat ini tersedia.

Methode 2 : Untuk Windows 7

Arahkan ke folder yang digunakan untuk menampung file atau folder yang Anda ingin merestore. Klik kanan dan kemudian klik pada menu “Restore previous versions “. Jika folder berada di atas drive, misalnya C: \, klik kanan drive dan kemudian klik ” Restore previous versions”.

  • Anda akan melihat daftar versi sebelumnya tersedia dari file atau folder. Daftar ini akan menyertakan file disimpan pada cadangan (jika Anda menggunakan Windows Backup untuk membuat cadangan file Anda) serta restore point, jika kedua jenis file tersebut tersedia.
  • Restore point yang sering diambil sehari-sehari,  jadi jika Anda mengubah file beberapa kali setelah titik pemulihan gambar diambil, perubahan tersebut tidak akan tersedia dalam menu ” Restore previous versions “.
  • Untuk mengembalikan versi sebelumnya dari file atau folder yang merupakan bagian dari perpustakaan, klik kanan file atau folder di lokasi menyimpan, bukan di perpustakaan. Misalnya, untuk mengembalikan versi gambar yang disertakan dalam Gambar perpustakaan tetapi disimpan dalam “My Pictures” folder, klik kanan “My Pictures” folder dan kemudian klik pada menu ” Restore previous versions “.
  • Pilih versi untuk mengembalikan. Anda akan melihat daftar semua versi sebelumnya tersedia yang dapat Anda kembalikan. Pilih salah satu yang Anda inginkan dan klik tombol Restore untuk kembali ke lokasi semula.
  • Anda dapat mengklik tombol Open untuk melihat file sebelum mengembalikannya.
  • Pindahkan file target. Tarik file atau folder yang ingin Anda restore ke lokasi lain, seperti desktop atau folder lain. Versi dari file atau folder yang disimpan ke lokasi yang Anda pilih.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.