Arti Nilai Oktan Pada Bensin

Kita sering dengar istilah RON dan MON ketika di televisi sedang ramai-ramainya menyiarkan tentang kenaikan harga BBM. Yang masih baru-baru ini kita dengar pemerintah akan mengganti premium dengan pertalite yang memiliki RON lebih tinggi dibanding dengan premium. Oktan adalah angka yang menunjukkan tingkat ketukan (knocking) yang ditimbulkan bensin terhadap mesin saat terjadi pembakaran. Ketukan terjadi ketika bahan bakar terbakar prematur di mesin, menyebabkan suara khas yang menyerupai ketukan. Ketukan pada mesin akan menyebabkan kerusakan dan membuat mesin tidak beroperasi secara efisien. Itu sebab, agar bekerja efisien mesin membutuhkan oktan tertentu yang direkomendasikan. Angka oktan diperoleh dengan menguji bahan bakar dalam keadaan terkontrol. Angka oktan memiliki dua versi yaitu research octane number (RON) dan motor octane number (MON). Angka-angka ini diperoleh setelah bensin melalui pengujian dalam situasi yang berbeda, dengan MON lebih menekankan pada performa mesin untuk melihat bagaimana bahan bakar berperilaku pada berbagai situasi. Angka oktan yang terdapat di pompa bensin seringkali mencerminkan nilai rata-rata antara RON dan MON. Angka oktan dikalibrasi untuk membentuk skala. Dua bahan kimia, heptana dan iso-oktana, dijadikan standar pada skala, dengan heptana memiliki nilai 0 dan iso-oktana memiliki nilai 100. Ketika bahan bakar diuji dalam sebuah mesin, kinerjanya dibandingkan dengan campuran heptana dan iso-oktana untuk melihat perpaduan paling sesuai. Jika campuran meliputi 20% heptana dan 80% iso-oktana, misalnya, maka bahan bakar tersebut memiliki angka oktan 80. Angka oktan dapat disesuaikan dengan menambahkan aditif untuk menaikkan nilainya. Meskipun iso-oktana memiliki skala 100, tetap dimungkinkan untuk membuat bahan bakar dengan oktan diatas 100. Bahan bakar kinerja tinggi sering memiliki nomor oktan sangat tinggi, seperti bahan bakar roket yang memiliki angka oktan lebih dari 100. Semakin tinggi angka oktan, semakin besar tekanan yang dibutuhkan bahan bakar untuk terbakar. Jika bahan bakar oktan rendah dgunakan di mesin yang dirancang untuk oktan tinggi, bahan bakar bisa meledak atau menyebabkan ketukan hebat yang bisa merusak mesin. Agar awet, pemilik kendaraan harus menggunakan bahan bakar dengan oktan sesuai yang direkomendasikan. Continue reading

tausiyah

oleh ustadz Fatkhul Umam,S.H

Jenis Penelitian

Dari segi pengertian, komparasi artinya membandingkan, yaitu membandingkan seberapa besar tingkat perbedaan antara satu hal dengan hal lainnya. Sedangkan korelasi artinya menghubungkan (hubungan), yaitu seberapa erat hubungan antara satu hal dengan hal lainnya.

Penelitian komparasi dapat dilakukan untuk membandingkan antara dua hal yang berbeda atau tidak ada hubungan sama sekali. Contohnya, perbedaan lama sembuhnya penyakit yang diobati dengan obat B dibanding dengan obat A. Antara A dan B tidak ada hubungan sama sekali, bahkan obat A dan B diberikan pada pasien yang berbeda, dengan intensitas pengobatan yang sama dan yang akan dievaluasi adalah kecepatan sembuhnya. Penelitian komparasi juga dapat dilakukan untuk membandingkan antara keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan pada suatu sampel yang sama. Misalnya, disebuah kampung kita ambil sampel ibu-ibu. Kelompok yang akan diteliti sama, yaitu ibu-ibu dikampung A, akan kita ukur kadar gula darah sebelum dan sesudah diberi penyuluhan.

Penelitian korelasi menyatakan kuat lemahnya hubungan antara dua hal atau lebih, ke arah mana hubungan tersebut (positif atau negatif). Penelitian ini dapat digunakan untuk menyelidiki hubungan (studi hbungan) dan memperkirakan (studi prediktif). Contohnya kita akan menyelidiki hubungan antara tingkat percaya diri siswa terhadap hasil belajar (contoh studi hubungan) dan menyelidiki atau memprediksi seorang siswa dapat sukses atau tidak di perguruan tingggi dengan melihat peringkat di SMA, nilai mapel-mapel tertentu,ranking paralel, akreditasi sekolah dan lain-lain.

Itulah perbedaan yang mendasar disamping masih banyak perbedaan yang lain, misalnya dalam analisis dan perhitungan.

Sistematika Penelitian Tindakan Kelas

Secara garis besar lapoan PTK terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian pembuka, isi dan penunjang.

Berikut salah satu contoh sistimatika laporan PTK.

Halaman Judul

Lembar Pengesahan

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel (bila ada)

Daftar Gambar (bila ada)

Daftar Lampiran

Abstrak (ringkasan)

BAB   I PENDAHULUAN

A  Latar Belakang Masalah

B  Identifikasi Masalah

C  Pembatasan Masalah

D  Rumusan Masalah

E  Tujuan Penelitian

F  Manfaat Penelitian

BAB II  KAJIAN  PUSTAKA

A.    Kajian Teori

B.     Penelitian yang relevan ( bila ada)

C.     Kerangka Berpikir

D.     Hipotesis Tindakan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A  Setting Penelitian

B  Subjek Penelitian

C  Sumber Data

D  Teknik dan Alat Pengumpulan Data

E  Validasi Data

F  Analisis Data

G  Indikator Kinerja

H  Prosedur Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN

A  Gambaran Selintas Tentang Setting

B  Uraian Penellitian Secara Umum/Keseluruhan

C  Penjelasan persiklus

D  Porses Menganalisis Data

E   Pembahasan  dan Pengambilan Kesimpulan

BAB V PENUTUP

A. Simpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

Cara Mengembalikan File Yang Telah Tertimpa Pada Windows

Jika Anda pernah mengedit dokumen, menghapus seluruh paragraf dan menyimpannya secara tidak sengaja, Anda pastinya merasa tertolong jika Anda mengetahui bagaimana cara mengembalikan file tersebut pada saat file tersebut belum tertimpa. Versi terbaru dari sistem operasi Windows menyediakan fitur agar Anda bisa kembali pada pengeditan dokumen sebelumnya, dan mempelajari bagaimana cara mengembalikan dokumen yang sangat menyita waktu Anda dalam pembuatannya. Dibawah ini akan dijelaskan bagaimana caranya.

Instruksi

Windows 7

  1. Bukalah Computer. Klik tombol Start>Computer.
  2. Carilah folder yang terlampir. Pergilah ke folder yang dulunya tersimpan file atau folder yang ingin Anda kembalikan, klik kanan pada folder tersebut, dan lalu klik Restore previous versions. Jika folder tersebut berada pada bagian teratasi hierarki partisi drive, contohnya C:, klik kanan pada partisi tersebut, dan lalu klik Restore previous versions. Anda akan melihat daftar versi terdahulu yang tersedia dari file atau folder yang tertimpa. Daftar ini termasuk file yang tersimpan pada backup, sama seperti restore points, jika keduanya tersedia. Catatan: untuk mengembalikan versi terdahulu dari sebuah file atau folder memiliki bagian pada library, klik kanan pada file atau folder lokasi yang menyimpan file tersebut, bukan pada library. Contohnya, untuk mengembalikan versi terdahulu dari sebuah gambar yang termasuk dalam library Picture, tetapi tersimpan pada folder My Pictures, klik kanan pada folder My Pictures, dan lalu klik Restore previous versions.
  3. Pilihlah versi terdahulu yang ingin Anda kembalikan. Klik kanan pada versi terdahulu dari folder yang mengandung file atau folder yang ingin Anda kembalikan. Contohnya, jika sebuah file dihapus hari ini, pilihlah versi folder kemarin, yang seharusnya mengandung file tersebut.
  4. Pindahkan file target. Seret file atau folder yang ingin Anda kembalikan ke lokasi lainnya, seperti desktop Anda, ataupun folder lain. Versi file atau folder disimpan pada lokasi yang Anda pilih.

Windows Vista (Beberapa Versi)

  1. Klik pada ikon Start, ketikkan Explorer pada kotak Start Search yang akan muncul. Klik pada Windows Explorer, dibawah Program pada bagian atas menu Start.
  2. Carilah file versi terbaru. Pergilah ke folder yang megandung versi terbaru file yang ingin Anda kembalikan. Jika folder Documents terbuka dan Anda ingin pergi ke folder Pictures, lihatlah pada kolom kiri Windows Explorer, dan gulir kolom tersebut untuk mencari folder.
  3. Klik kanan pada file yang ingin Anda kembalikan. Dan lalu klik Properties, dan klik tab Previous Versions. Perhatikan: Disini, Anda jangan langsung mengklik Restore, karena hal itu akan menimpa versi file yang telah ada dan Anda akan kehilangan semua data yang yang telah ada semenjak Anda menimpa file versi terdahulu. Klik Restore jika Anda hanya ingin tetap mendapatkan versi terdahulu file tersebut. Klik Copy jika Anda ingin mengembalikan versi terdahulu file tanpa menimpa versi terbaru. Windows akan bertanya kepada Anda, dimanakah Anda akan menyimpan file tersebut. Anda juga bias menyimpan file tersebut pada desktop Anda.

 

Peringatan

Beberapa versi Windows Vista tidak memiliki fitur restore version. Hanya Windows Vist Ultimate dan Windows Vista Business yang memiliki fitur tersebut.

Metode 1 : Untuk Windows 8

  1.  Aktifkan History file. Untuk dapat memuat versi dari file atau folder, Anda harus mengaktifkan History file terlebih dahulu, yang mengharuskan anda memiliki hard drive eksternal atau akses ke folder jaringan. Windows akan menggunakannya untuk menyimpan versi file Anda dan memungkinkan dokumen untuk pulih dari penyimpanan yang buruk dan dokumen yang tertimpa.
  • Buka Control Panel. Anda dapat menekan tombol Windows + X dan pilih Control Panel dari menu, atau ketik “Control Panel” sementara pada halaman Start dan pilih dari hasil pencarian.
  • Klik pada menu System and Security link. Menu Ini biasanya terdapat pada pilihan pertama di jendela Control Panel.
  • Klik File History link. Dalam daftar pilihan, Anda akan melihat File History. Klik link untuk membuka layar konfigurasi.
  • Aktifkan File History. Jika hard drive eksternal Anda terpasang tombol Turn On akan tersedia untuk bisa di klik. Jika Anda ingin mengubah lokasi ke drive jaringan, klik tombol Select Drive di menu sebelah kiri dan kemudian klik “Add network location”. “Add network location”.
  • Pilih apakah Anda ingin HomeGroup untuk dapat terhubung ke drive atau tidak. Jika Anda memiliki beberapa komputer di HomeGroup Anda dan Anda ingin mereka semua menyimpan backup mereka ke lokasi pusat, klik Yes, jika tidak apa-apa untuk klik No.
  1.  Mengkonfirgurasi pengaturan advanced File History dengan cara klik link “Advanced settings” dibagian kiri menu.
  • Ubah dan sesuaikan berapa lama file akan digunakan dengan menggunkanan menu “Keep saved versions”. Defaultnya adalah “Forever”.
  • Ubah seberapa sering salinan disimpan dengan menggunakan tombol menu “Save copies of files”. Defaultnya adalah “Every Hour”.
  1.  Restore file yang dihapus atau ditimpa Arahkan ke folder di mana file atau folder telah dihapus. Pastikan bahwa tab Home dipilih.
  • Klik tombol File History. Tombol ini terletak di bagian Terbuka tab Home.
  • Gulir ke versi yang ingin Anda restore . Setelah Anda membuka jendela File History, Anda akan diberikan snapshot dari folder itu. Gunakan tombol panah di bagian bawah jendela untuk menggulir kembali ke versi sebelumnya dari folder sampai Anda menemukan file yang ingin Anda restore.
  • Klik tombol Restore berwarna biru. Tombol ini terletak di antara panah navigasi. Mengklik tombol ini akan mengembalikan file atau folder yang dipilih ke lokasi semula.
  1.  Restore versi lama dari file. Jika Anda tidak sengaja menghapus sekelompok teks yang Anda sekarang tidak bisa kembali, Anda dapat mengembalikan versi lama dari file menggunakan File History.
  • Pilih file yang ingin Anda putar kembali.
  • Klik tombol File History di tab Home.
  • Gulir kembali melalui versi, periksa isi file. Untuk dokumen, File History akan menampilkan isi dari file tersebut sehingga Anda dapat dengan mudah melihat versi yang Anda ingin anda restore
  • Klik tombol Restore. Anda akan ditanya apakah Anda ingin mengganti file yang saat ini tersedia.

Methode 2 : Untuk Windows 7

Arahkan ke folder yang digunakan untuk menampung file atau folder yang Anda ingin merestore. Klik kanan dan kemudian klik pada menu “Restore previous versions “. Jika folder berada di atas drive, misalnya C: \, klik kanan drive dan kemudian klik ” Restore previous versions”.

  • Anda akan melihat daftar versi sebelumnya tersedia dari file atau folder. Daftar ini akan menyertakan file disimpan pada cadangan (jika Anda menggunakan Windows Backup untuk membuat cadangan file Anda) serta restore point, jika kedua jenis file tersebut tersedia.
  • Restore point yang sering diambil sehari-sehari,  jadi jika Anda mengubah file beberapa kali setelah titik pemulihan gambar diambil, perubahan tersebut tidak akan tersedia dalam menu ” Restore previous versions “.
  • Untuk mengembalikan versi sebelumnya dari file atau folder yang merupakan bagian dari perpustakaan, klik kanan file atau folder di lokasi menyimpan, bukan di perpustakaan. Misalnya, untuk mengembalikan versi gambar yang disertakan dalam Gambar perpustakaan tetapi disimpan dalam “My Pictures” folder, klik kanan “My Pictures” folder dan kemudian klik pada menu ” Restore previous versions “.
  • Pilih versi untuk mengembalikan. Anda akan melihat daftar semua versi sebelumnya tersedia yang dapat Anda kembalikan. Pilih salah satu yang Anda inginkan dan klik tombol Restore untuk kembali ke lokasi semula.
  • Anda dapat mengklik tombol Open untuk melihat file sebelum mengembalikannya.
  • Pindahkan file target. Tarik file atau folder yang ingin Anda restore ke lokasi lain, seperti desktop atau folder lain. Versi dari file atau folder yang disimpan ke lokasi yang Anda pilih.

MEMANFAATKAN LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA PRAKTIKUM / EKSPERIMEN

Sesuai dengan anjuran Kurikulum yang sekarang dianut oleh dunia pendidikan di negara kita, bahwasanya diharapkan peserta didik bukan lagi sebagai objek pembelajaran tetapi juga sebagai subjek pembelajaran, maka keberadaan praktikum sebagai metode pembelajaran bidang studi sains / IPA merupakan suatu keharusan. Melalui praktikum peserta didik belajar menemukan konsep sendiri bersama-sama dengan teman sekerjanya dalam kelompok, sekaligus membantu pemahaman konsep yang diajarkan di kelas.

Kekurangan atau tidak tersedianya berbagai bahan dan alat kimia seringkali menjadi kendala tidak berlangsungnya suatu topik praktikum. Menghadapi kendala seperti ini, sudah saatnya bagi kita yang berkecimpung di dunia pendidikan terutama mereka yang terkait dalam proses pembelajaran, yaitu guru dan peserta didik memikirkan jalan keluarnya. Seperti diketahui, bahwa “dunia kita adalah dunia kimia”, artinya segala yang ada di dunia ini tidak terlepas dari aspek kimiawi. Hal ini memberikan inspirasi bagi kita bahwa lingkungan sekitar sebenarnya merupakan sarana untuk belajar kimia dan untuk menunjukkan fenomena-fenomena kimiawi seperti yang tertulis dalam materi pelajaran kimia yang diajarkan di kelas.

Berikut ini akan diberikan contoh berbagai bahan kimia yang dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi kita tidak tahu atau tidak menyadari bahwa bahan tersebut dapat digunakan sebagai bahan praktikum sederhana.

  1. Struktur Atom dan Ikatan Kimia

Untuk membuktikan bahwa dalam atom terdapat partikel penyusun atom yang dapat bergerak, yaitu elektron dapat dilakukan percobaan sederhana sbb :

Kertas adalah contoh sebuah materi yang terdiri dari atom-atom. Tiap atom memiliki inti atom yang bermuatan positif dan elektron yang mengelilinginya yang bermuatan negatif. Dengan menggosokkan balon ke rambut, maka elektron pada rambut akan terlepas, sehingga menyebabkan balon terkena pengaruh muatan negatif elektron. Ketika balon yang “bermuatan” negatif didekatkan pada potongan kertas, maka muatan positif kertas akan tertarik balon. Gaya tarik antara muatan negatif dan positif ini mampu mengatasi gravitasi bumi sehingga potongan kertas melompat ke atas dan menempel pada balon.

Percobaan ini sekaligus dapat menunjukkan pada kita bahwa yang dapat bergerak dan berikatan dengan atom lain adalah elektron, bukan proton maupun neutron.

  1. Keberadaan Molekul

Untuk mengetahui bahwa air terdiri dari molekul-molekul air, maka dapat dilakukan percobaan sederhana sbb :

Letakkan 2 tusuk gigi secara berhadapan di atas permukaan air dalam sebuah mangkuk. Celupkan tusuk gigi yang lain dalam larutan sabun, lalu celupkan diantara dua tusuk gigi yang berhadapan tadi. Tusuk gigi yang ujungnya dicelupkan ke dalam cairan sabun mampu mematahkan gaya tarik-menarik antar molekul air, sehingga molekul-molekul air satu sama lain saling menjauh. Gerakan saling menjauh ini akibat tali ikatan antar molekul air putus. Percobaan ini membuktikan bahwa meskipun molekul tidak dapat dilihat tetapi keberadaannya dapat diamati dari gejala yang ditimbulkan.

  1. Laju Reaksi

Untuk menunjukkan factor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yang meliputi konsentrasi, suhu, luas permukaan, dan katalisator, maka dapat dilakukan percobaan-percobaan sbb :

  1. Konsentrasi : mereaksikan asam cuka dengan soda kue, cangkang telur dengan asam cuka, dimana konsentrasi asam cuka divariasi.
  2. Suhu : mereaksikan garam inggris dengan ammonia, dimana garam inggris dipanas-kan pada berbagai suhu.
  3. Luas permukaan : mereaksikan cangkang telur yang dihancurkan dan utuh dengan asam cuka.
  4. Katalisator : menyalakan gula batu dengan bantuan  abu gosok/abu rokok sebagai katalisator.
  1. Titrasi Asam-Basa (Asidi – Alkalimetri)

Untuk melakukan titrasi asam-basa, terkadang kita tidak memilii indikator pp, maka dapat dilakukan dengan mengunakan indikator alami, seperti daun kubis ungu, rhoeo discolor, kunyit, secang, dsbnya. Indikator ini (terutama daun kubis ungu) memberikan perubahan warna yang tegas ketika titik akhir titrasi tercapai, sehingga akan memberikan akurasi data yang sama ketika menggunakan indikator pp. Peserta didik dapat melakukan titrasi alkali-metri, yaitu menentukan kadar asam cuka di pasaran dengan pentiter NaOH.

  1. Tekanan Osmosis

Untuk mengetahui terjadinya tekanan osmosis pada materi sifat koligatif larutan, maka dapat dilakukan percobaan sbb :

Sediakan dua gelas, gelas yang satu diisi air sedangkan yang satunya diisi air garam. Masukkan ke dalam kedua gelas wortel yang masih segar dengan ukuran sama. Amati yang terjadi setelah 24 jam.

  1. Penurunan Titik Beku

Adanya zat terlarut yang non volatil menyebabkan larutan mengalami penurunan titik beku, hal ini dapat ditunjukkan dengan cara meletakkan es batu dalam kaleng lalu menambahkan sedikit air dan garam. Dengan menggunakan termometer akan nampak bahwa suhu sebelum dan sesudah ditambah garam akan mengalami penurunan.

  1. Udara Mengandung Uap Air

Ketika membahas tentang korosi, kita mengatakan bahwa terjadinya korosi pada besi diakibatkan teroksidasi oksigen di udara. Namun sebenarnya tanpa adanya uap air di udara yang menyebabkan udara menjadi lembab, proses korosi tidak akan terjadi. Untuk membuktikan bahwa udara mengandung uap air adalah :

Isi kaleng dengan es batu, tambahkan secangkir air. Setelah permukaan luar kaleng mengembun, tambahkan 3 sendok garam ke dalam air es tersebut. Diamkan selama 5 – 10 menit. Nampak bahwa embun di luar kaleng itu membeku. Udara mengandung molekul air dalam bentuk gas, dan akan mendingin ketika bersentuhan dengan kaleng, sehingga berubah menjadi air (embun). Garam menurunkan suhu air es yang berakibat suhu kaleng turun dan membekukan embun yang ada di sekeliling kaleng.

  1. Keberadaan Zat Besi pada Buah-buahan

Untuk mengetahui adanya zat besi pada beberapa buah-buahan, seperti anggur, nanas, apel, arbei, dapat dilakukan percobaan sbb :

Siapkan jus buah-buahan yang akan diteliti, lalu tuangkan sedikit pada gelas bening. Tambahkan sejumlah yang sama teh kental yang telah didiamkan kira-kira 1 jam. Aduk dan biarkan sekitar 20 menit. Angkat dan lihat di dasar gelas, apakah ada endapan. Bila belum ada, biarkan lagi beberapa saat, dan lihat kembali dasar gelas. Endapan yang terbentuk merupakan zat besi yang terkandung dalam buah yang bereaksi dengan zat kimia dalam teh. Jumlah dan kecepatan terbentuknya endapan menandakan banyaknya zat besi di dalam buah tersebut.

  1. Koloid

Koloid merupakan campuran antara zat terdispersi dan zat pendispersi, dimana ukuran partikel terdispersinya lebih kecil dari suspensi tetapi lebih besar dari larutan. Percobaan tentang koloud dapat dilakukan sbb :

Isi gelas dengan susu segar, tambahkan 2 sendok makan cuka dan aduk. Biarkan 2 – 3 menit. Susu merupakan contoh koloid, adanya cuka yang ditambahkan ke dalamnya menyebabkan partikel terdispersi melekat satu sama lain membentuk benda padat yang disebut dadih yang berwarna putih, sehingga cairannya menjadi bening.

  1. Pelarut Organik Melarutkan Senyawa Organik

Alkohol adalah salah satu contoh pelarut organik (non polar) yang banyak digunakan untuk mengekstraksi senyawa organik (non polar) di laboratorium. Untuk membuktikan bahwa sifat pelarut non polar melarutkan senyawa non polar juga, dapat dilakukan sbb :

Letakkan sekitar 15 buah cengkeh ke dalam gelas, lalu tuangi dengan alkohol sampai merendam seluruh cengkeh. Tutup rapat, diamkan selama 7 hari. Setelah itu cobalah mengoleskan campuran tersebut di atas punggung tangan, biarkan sebentar, maka akan tercium bau wangi. Bau tersebut merupakan hasil pelarutan minyak berbau harum yang terkandung dalam cengkeh.

  1. pH Buffer

Untuk membuktikan fungsi ion fosfat dalam berbagai minuman bersoda sebagai buffer, maka dapat  dilakukan dengan cara percobaan sederhana, yaitu mengukur pH minuman bersoda tersebut sebelum dan sesudah ditambah sedikit asam, basa, maupun pengen-ceran. Jika benar bahwa minuman bersoda mengandung buffer fosfat, maka ketika ditambah sedikit asam, basa (hanya 1 mL), atau diencerkan (hanya 10 kali), maka harusnya tidak mengalami perubahan pH. Pengukuran pH awal / mula-mula dari buffer fosfat dilakukan setelah busa minuman tersebut hilang, sebab adanya busa menunjuk-kan bahwa asam karbonat (H2CO3) yang ada dalam minuman berubah menjadi H2O dan CO2.  Hal ini karena asam karbonat merupakan jenis asam tak stabil (mudah terurai), sehingga gas CO2 terlepas ke udara dan H2O tetap tinggal di minuman. Jadi, habisnya busa menunjukkan bahwa dalam minuman bersoda tersebut tinggal ada buffer fosfat.

  1. Uji Amilum

Untuk mengetahui ada tidaknya amilum dalam berbagai jenis makanan, dapat dilakukan dengan menggunakan larutan iodin atau lugol. Jika dihasilkan warna biru / ungu berarti sampel mengandung amilum.

  1. Penurunan Tekanan Uap

Untuk membandingkan penguapan larutan garam dengan air dapat dilakukan percobaan sederhana, yaitu memasukkan garam ke salah satu gelas yang berisi air dan dibanding-kan terhadap yang hanya berisi air. Masukkan ke dalam wadah tertutup dan simpan selama 1 hari lalu ukur volum yang ada. Ternyata setelah didiamkan 1 hari ternyata volum larutan pada gelas 1 yang berisi larutan garam tinggal  99 ml, sedangkan volum air pada gelas 2 tinggal 98 ml.

Demikianlah beberapa contoh praktikum yang berbasis penggunaan berbagai bahan dan alat yang ada di lingkungan, sehingga memungkinkan untuk dilakukan di sekolah dengan kondisi yang minim sekalipun. Harapannya, Bapak / Ibu Guru dapat mengembangkan lebih jauh berdasarkan contoh di atas.

mahabharat

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.