Petir

Petir merupakan pelepasan listrik di atmosfer serta disertai dengan guntur, yang biasanya terjadi selama badai, dan kadang-kadang selama letusan gunung berapi atau badai debu. Dalam perjalan listrik di atmosfer, petir dapat berjalan dengan kecepatan 220.000 km/suhu h (140.000 mph), dan dapat mencapai suhu mendekati 30.000 ° C (54,000 ° F), cukup panas untuk menghanguskan sekering listrik yang berisi pasir silika ke saluran kaca yang dikenal sebagai fulgurites yang biasanya berongga dan dapat membentuk lubang pada jarak tertentu ke dalam tanah. Ada beberapa badai petir ± 16 juta di seluruh dunia setiap tahun.

Petir juga bisa terjadi dalam awan abu dari letusan gunung berapi, atau dapat disebabkan oleh kebakaran hutan yang menghasilkan debu yang cukup untuk menciptakan muatan listrik statis.
Bagaimana bentuk awalnya petir masih menjadi bahan perdebatan ? … Para ilmuwan telah mempelajari akar penyebab mulai dari gangguan atmosfer (angin, kelembaban, gesekan, dan tekanan atmosfer) dengan dampak angin matahari dan akumulasi partikel bermuatan surya. Anggapan semsntara para ahli, Es di dalam suatu awan dianggap sebagai elemen kunci dalam pembangunan petir, dan dapat menyebabkan pemisahan paksa dari muatan positif dan negatif dalam awan, sehingga membantu dalam pembentukan petir.
Orang yang ketakutan terhadap petir (dan guntur) adalah ASTRAPHOBIA. Studi atau ilmu yang mempelajari tentang petir disebut FULMINOLOGY, dan seseorang yang mempelajari petir disebut sebagai sebuah FULMINOLOGIST.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: