sistem periodik unsur

Image

  1. Sistem Periodik Modern

Sistem periodik unsur adalah suatu cara pengelompokkan unsur-unsur berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifatnya. Sistem periodik modern disusun berdasarkan hokum periodik modern yang menyatakan bahwa sifat-sifat unsur merupakan fungsi periodik deri nomor atomnya. Dibawah ini merupakan tabel periodik unsur.

    1. Periode

Lajur horizontal dalam sistem periodik disebut periode. Sistem periodik terdiri atas 7 periode. Jumlah unsur setiap periode sebagai berikut:

Periode

Jumlah Unsur

Nomor Atom

1

2

1-2

2

8

3-10

3

8

11-18

4

18

19-36

5

18

37-54

6

32

55-86

7

32

87-118

 

 

    1. Golongan

Kolom-kolom vertikal dalam sistem periodik disebut golongan. Penempatan unsur dalam golongan berdasarkan kemiripan sifat. Sistem periodik modern terdiri atas 18 kolom vertikal. Ada dua cara penamaan golongan, yaitu:

      • Sistem 8 golongan

Sistem periodik dibagi menjadi 8 golongan yang masing-masing terdiri atas golongan utama (golongan A) dan golongan tambahan (golongan B). Unsur-unsur golongan B disebut juga unsur transisi. Nomor golongan ditulis dengan angka romawi. Golongan B terletak antara golongan IIA dan IIIA.

      • Sistem 18 golongan

Sistem periodik dibagi ke dalam 18 golongan, yaitu golongan 1 sampai 18, dimulai dari kolom paling kiri. Unsur-unsur transisi terletak pada golongan 3-12.

    1. Unsur transisi dan transisi dalam

        • Unsur transisi

Unsur transisi yang terletak pada golongan B, yaitu golongan IIIB hingga IIB merupakan peralihan dari golongan IIA ke golongan IIIA, yaitu unsur-unsur yang harus dialihkan sehingga ditemukan unsur yang mempunyai kemiripan sifat dengan golongan IIIA.

        • Unsur transis dalam

Unsur transis dalam ditempatkan di bagian bawah tabel periodik unsur disebut unsur transis dalam, yang terdiri dari lantanida dan aktinida.

    1. Hubungan konfigurasi elektron dengan sistem periodik

Sistem periodik disusun berdasrka pengamatan terhadap sifat-sifat unsur. Para ahli menemukan bahwa sifat-sifat unsur bergatung pada konfigurasi elektronnya. Hubungan antara letak unsur dalam sistem periodik dengan konfigurasi elektron dapat disimpulkan sebagai berikut:

          • Nomor periode sama dengan jumlah kulit

          • Nomor golongan sama dengan elektron valensi

berdasarkan hubungan tersebut, maka letak unsur dalam sistem periodik dapat ditentukan berdasrkan konfigurasi elektronnya.

Hubungan sistem periodik dengan Konfigurasi elektron Perhatikan konfigurasi elektron unsur golongan IA dan golongan VIIA berikut:

Golongan IA

Perioda

Unsur

NA

K

L

M

N

O

P

Q

1

2

3

4

5

6

7

Hidrogen

Litium

Natrium

Kalium

Rubidium

Sesium

Fransium

1

3

11

19

37

55

87

1

2

2

2

2

2

2

1

1

8

8

8

8

8

 

 

1

8

18

18

18

 

 

 

 

8

8

32

 

 

 

 

1

8

18

 

 

 

 

 

1

8

 

 

 

 

 

 

1

 

Golongan VIIA

Perioda

Unsur

NA

K

L

M

N

O

P

Q

1

2

3

4

5

6

7

Fluorin

Klorin

Bromin

Iodin Astatin

 

9

17

35

53

85

 

2

2

2

2

2

 

7

8

8

8

8

 

 

7

18

18

18

 

 

 

7

18

32

 

 

 

 

7

18

 

 

 

 

 

7

 

Dari konfigurasi elektron dua golongan unsur diatas dapat ditarik hubungan antar konfigurasi elektron dengan letak unsur ( nomor periode dan golongan) dalam sistem periodik sebagai berikut:

Jumlah kulit = nomor periode

Jumlah elektron valensi = nomor golongan

Hal yang sama berlaku untuk semua unsur golongan utama, kecuali helium yang terletak padav golongan VIIIA tetapi mempunyai 2 elektron valensi. Adapun unsur-unsur golongan tambahan (golongan B) tidak demilkian halnya. Jumlah kulit memang sama dengan nomor periode, tetapi jumlah elektron dan kulit terluar tidak sama dengan nomor golongan. Unsur-unsur golongan tambahan mempunyai 1 atau 2 elektron pada kulit terluar.

Berikut merupakan kesimpulan :

  1. Golongan dalam sistem periodik ditentukan oleh elektron valensi (el-val)

  2. Perioda dalam sistem periodik ditentukan oleh kulit elektron (terluar)

  3. Jika elektron valensinya (elektron terluar) 1,2,3 maka atom/unsur akan melepaskan elektron dan membentuk ion positif berarti termasuk logam.

  4. Jika elektron valensi (elektron terluarnya) 4,5,6,7 maka atom/unsur akan menangkap elektron (mendekati susunan elektron stabil = 8 elektron) dan membentuk ion negatif, berarti termasuk non logam.

  1. Perkembangan Dasar Pengelompokan Unsur

Dalam perkembangannya beberapa orang ahli berusaha mengelompokkan unsur. Pengelompokkan unsur yang paling sederhana adalah membagi unsur ke dalam logam dan nonlogam. Lalu diteruskan oleh beberapa orang ahli diantaranya:

      • Pengelompokkan atas logam dan nonlogam

Penggolongan unsur yang pertama dilakukan oleh Lavoisier yang mengelompokkan unsur ke dalam logam dan non logam. Karene sifat-sifat unsur masih sederhana, unsur-unsur tersebut kelihatannya berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, artinya belum terlihat adanya kemiripan antara unsur yang satu dengan yang lainnya. Pengelompokkan atas logam dan nonlogam masih sangat sederhana, sebab antara sesama logampun masih terdapat banyak perbedaan.

      • Sistem periodik menurut J.W. Dobereiner

J.W. Dobereiner (1829) adalah orang yang pertama mengelompokkan keteraturan unsur-unsur. Ia membagi unsur-unsur yang sifatnya mirip dalam kelompok-kelompok yang disebut triade, dimana masing-masing kelompok memiliki tiga buah unsur. Hukum triade mengungkapkan bahwa massa atom relatif unsur kedua merupakan harga rata-rata unsur pertama dan ketiga.

Contoh:

Triade Ar Rata-rata Ar unsur pertama dan ketiga Wujud

Cl 35,5 gas

Br 79,9 81,25 Cair

I 127 Padat

      • Sistem periodik menurut J. Newland

J.W. Newland (1864) mengemukakan bahwa unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, maka sifat-sifat unsur tersebut akan terulang pada tiap unsur kedelapan yang disebut hukum oktaf. Ternyata unsur-unsur yang berselisih 1 oktaf (unsur nomor1 dengan nomor 8, unsur nomor 2 dengan nomor 9,dan seterusnya )menunjukkan kemiripan sifat. Berikut ini adalah sebagian dari daftar oktaf Newlands.

1. H 2. Li 3. Be 4. B 5. C 6. N 7. O

8. F 9. Na 10. Mg 11. Al 12. Si 13. P 14.S

Pada saat daftar oktaf Newlands disusun, unsur-unsur gas mulia belum ditemukan. Dan ternyata hukum oktaf Newlands hanya untuk unsur-unsur ringan (Ar rendah).

      • Sistem periodik menurut D. Mendeleyev

D. Mendeleyev (1869) mengemukakan bahwa unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom reatifnya dengan cara mengelompokkan sifat persamaan kimia dan fisika yang disusun dalam satu lajur vertikal yang sama secara periodik yang disebut golongan. Kelebihan sistem periodik ini adalah beliau menyediakan tempat yang kosong dalam tabelnya untuk unsur yang akan ditemukan kemudian. Namun ada beberapa kelemahan dalam sistem periodik Mendeleyev ini diantaranya:

  1. Penempatan beberapa unsur tidak sesuai kenaikan massa atom relatifnya. Misalnya penempata Te dan I.

  2. Masih banyak unsur yang belum dikenal pada masa itu sehingga dalam tabel banyak tempat yang kosong dan hal ini juga sekaligus kelebihan daru Mendeleyev.

      • Sistem periodik menurut Moseley

Moseley(1913) adalah orang yang menyempurnakan sistem periodik unsur yang dikemukakan oleh Mendeleyev. Penempata Te dan I yang tidak sesuai dengan kenaikan massa atom relatifnya, ternyata sesuai dsengan kenaikan nomor atom. Te memiliki nomor atom 52 sedangkan I 53. jadi sifat periodik lebih tepat dikatak sebagai fungsi nomor atomnya. Sistem periodik ini juga disebut dengan sistem periodik modern atau sistem periodik bentuk panjang., disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat. Adapun sistem periodik bentuk panjang ini terdiri atas:

Golongan IA-VIIIA : golongan utama

Golongan IB-VIIIB : golongan transisi

Lajur vertikal ditempati oleh unsur-unsur yang mempunyai jumlah elektron valensi yang sama. Sedangkan lajur horizontal disebut periode yang menunjukkan jumlah kulit elektron. Perioda dalam sistem periodik bentuk panjang ada 7 perioda.

  1. Sifat-sifat Periodik Unsur

Sifat periodik adalah sifat yang berubah secara beraturan sesuai dengan kenaikan nomor atom, yaitu dari kiri ke kanan dalam satu periode, atau dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sifat-sifat keperiodikan unsur, yaitu sebagai berikut:

          1. Jari-jari atom (J,A)

Jari-jari atom adalah inti atom sampai ke elektron pada kulit terluar suatu atom. Secara periodik jari-jari atom untuk unsur-unsur segolongan makin ke bawah makin besar karena jumlah kulit elektron bertambah, sedangkan dalam satu perioda jari-jari atom dari kiri ke kanan makin berkurang.

 

 

          1. Energi Ionisasi (E,I)

Energi ionisasi adalah besarnya energi yang diperlukan oleh suatu atom atau ion untuk melepaskan sebuah elektron yang terikat paling luar. Dalam satu golongan dari atas ke bawah harga energi ionisasi semakin kecil, karena bertambahnya nomor atom,. Sedangkan dalam satu perioda dari kiri ke kanan harga energi ionisasi makin berkurang

          1. Affinitas elektron (A,E)

Besarnya energi yang dibebaskan oleh suatu atom untuk menerima sebuah elektron disebut affinitas elektron. Harga affinitas elektron dalam satu golongan dari atas ke bawah makin kecil, karena jari-jari atom makin besar sedangkan dalam satu perioda dari kiri ke kanan semakin besar.

          1. Keelektronegatifan

Kemampuan suatu atom untuk menangkap atau menarik elektron dari atom lainnya. Dengan bertambahnya nomor atom, maka harga keelektronegatifan dalam satu golongan dari atas ke bawah makin kecil. Sedangkan dalam satu perioda dari kiri ke kanan makin besar.

          1. Sifat logam dan nonlogam

Secara kimia, sifat logam dikaitkan dengan keelektropositifan, yaitu kecenderungan atom melepas elektron membentuk ion positif. Sesuai dengan kecenderungan energi ionisasi dan keelektronegatifan, maka sifat logam dalam sistem periodik unsur adalah sebagai berikut:

  • dari kiri ke kanan dalam satu perioda, sifat logam berkurang, sedangkan nonlogam bertambah.

  • dari atas ke bawah dalam satu golongan, sifat logam bertambah, sedangkan sifat nonlogam berkurang.

          1. Kereaktifan

Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungan melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur yang paling reaktif adalah golongan IA, sedangkan nonlogam yang paling reaktif adalah golongan VIIA. dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIIA tidak reaktif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: