clasifikasi makhluk hidup

klasifikasi makhluk hidup berdasarkan kingdom yang bertujuan untuk mengelompokkan makhluk hidup pada kategori tertentu baik hewan maupun tumbuhan berdasarkan beberapa kelompok. Maksudnya adalah untuk memudahkan klasifikasi jutaan makhluk hidup yang ada di bumi agar mudah dilakukan penelitian terhadap makhluk hidup ini. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi ini dikenal dengan istilah taksonomi. Jika tidak diklasifikasikan maka jutaan makhluk hidup mungkin akan sulit dikenali begitu juga dengan spesies baru yang sulit dikenali.

Setiap makhluk hidup memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dalam ilmu biologi atau secara spesifik yang dikenal taksonomi akan membahas mengenai detil klasifikasi berbagai makhluk hidup secara mendetil.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Dalam ilmu biologi setidaknya ada 4 tujuan klasifikasi makhluk hidup yang dilakukan yaitu:

  1. Mendetilkan ciri ciri makhluk hidup yang membuatnya berbeda dengan makhluk hidup lainnya.
  2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan yang dimilikinya.
  3. Mengetahui hubungan antar makhluk hidup dan mempermudah pengelompokannya
  4. Tujuan penting lainnya adalah untuk mempermudah dalam penelitian makhluk hidup baru seperti pemberian nama pada makhluk hidup tersebut.

Dari 4 tujuan klasifikasi ini ada berbagai manfaat yang kita dapatkan dalam kontribusinya terhadap ilmu pengetahuan terutama ilmu biologi.

Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi ini sangat banyak manfaatnya untuk perkembangan ilmu biologi, manfaat utamanya adalah untuk mempermudah dalam mempelajari hubungan antar makhluk hidup. Selain itu klasifikasi ini bermanfaat untuk mempermudah dalam penemuan jenis baru makhluk hidup.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Perkembangan klasifikasi makhluk hidup telah diteliti pada abad 17, dari masa ke masa klasifikasi ini mengalami perkembangan dan terus mengalami peningkatan. Klasifikasi ini banyak diteliti oleh berbagai peneliti dan pakar biologi seluruh dunia.  Berikut kami informasikan tabel klasifikasi makhluk hidup berdasarkan tahun dan peneliti yang melakukan pengelompokan tersebut.

klasifikasi makhluk hidup

Sumber : Wikipedia.org

klasifikasi makhluk hidup

Sumber : Wikipedia.org

Secara umum klasifikasi makhluk hidup terdiri dari dua yaitu tumbuhan dan hewan, hal ini diungkapkan oleh Aristoteles dan Carolus Linnaeus. Hanya saja teori Carolus Linnaeus ini merupakan yang pertama dalam menciptakan penamaan makhluk hidup dengan sistem yang sering disebut Binomial Nomenklatur. Carolus juga disebut sebagai Bapak Taksonomi dunia, tingkatan dalam klasifikasi ini disebut dengan Takson.

Klasifikasi Makhluk Hidup Berdasarkan Takson

klasifikasi takson

Sumber : Wikipedia.org

selain dari berbagai pakar yang telah kita bahas di atas yang paling terkenal tentunya adalah dari bapak Taksonomi yang kita kenal takson. Berikut adalah urutan klasifikasi dari urutan paling atas sampai dengan urutan paling bawah.

    1. Phylum/Filum untuk hewan, atau Divisio/Divisi untuk tumbuhan
    2. Classis/Kelas
    3. Ordo/Bangsa
    4. Familia/Keluarga/Suku
    5. Genus/Marga
    6. Spesies (Jenis).

Berbagai klasifikasi yang dilakukan oleh peneliti dan pakar biologi adalah untuk memudahkan kita dalam mengenali berbagai makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin banyak makhluk hidup yang akan ditemukan. Baik makhluk hidup yang ada di darat atau pun yang berada di lautan.

Salah satu bentuk pengelompokan jenis hewan yang kita kenal yakni berdasarkan keberadaan tulang belakang pada struktur anatomi tubuhnya.

Hewan vertebrata atau dalam bahasa sehari-hari dikenal hewan bertulang belakang ini merupakan klasifikasi spesies hewan yang berada disekitar kita.

Tulang belakang disini berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Masa notokorda ini terjadi hanya terjadi pada masa vertebrata masih menjadi embrionik, yang kemudian setelah dewasa, akan mengalami proses pembentukan tulang yang menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).

Hewan Vertebrata

Struktur tulang belakang yang dimiliki oleh hewan vertebrata ini, memiliki ciri-ciri khas yang pada umumnya dimiliki oleh setiap speciesnya seperti berikut :

  • Bagian tubuh memiliki notokord, yang berguna sebagai kerangka yang berbentuk batangan keras tetapi lentur (dapat bergerak).
  • Letak notokord berada di antara saluran pencernaan dan tali saraf, yang berbentuk memanjang sampai mencapai sepanjang tubuh untuk  membentuk sumbu kerangka.
  • Memiliki tali saraf tunggal, dengan bentuk berlubang yang terletak pada dorsal terhadap notokord, dan memiliki ujung anterior yang membesar berupa otak.
  • Hewan yang memiliki ekor dengan bentuk memanjang ke arah posterior kepada anus.
  • Memiliki celah faring.

Klasifikasi makhluk hidup yang merupakan jenis hewan vertebrata terbagi menjadi 5 kelas yang terdapat di muka bumi ini yaitu :

1. Pisces 

Pisces (ikan) merupakan klasifikasi hewan bertulang belakang yang memiliki habitat di air dengan sistem respirasi dengan insang. Seperti jenis biota laut, hewan pisces memiliki sirip yang berfungsi untuk pergerakan hewan pisces di dalam air, dengan dilengkapi gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Pisces termasuk kelompok hewan berdarah dingin (poikiloterm), yang berarti mampu menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungannya.

Pengelompokan jenis pisces ini berdasarkan tulangnya yaitu :

  • Ikan tulang rawan atau Chondrichthyes, contohnya : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
  • Ikan tulang keras atau Osteichthyes contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol, ikan hias

2. Amphibia

Berbeda dengan ikan air tawar, yang disebut hewan amphibia karena habitat hewan ini yang dapat hidup di 2 alam, yaitu darat dan air tapi tidak semua jenis Amphibia mampu hidup di dua tempat dalam hidupnya. Seperti jenis katak yaitu salamander dan caecilian ada yang hanya hidup di air atau di darat saja. Tapi pada umunya, tempat hidupnya secara keseluruhan berada dekat tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.  Contoh : kodok, salamander, katak sawah

3. Reptelia

Reptil merupakan hewan vertebrata yang bergerak dengan cara melata. Memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi mencegah kekeringan. Species reptilia 3 ordo besar yaitu :

  • Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang)
  • Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik)
  • Crocodilia (bangsa buaya).

Pada jenis reptilia, pada bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah).

4. Aves

Aves (unggas) merupakan jenis hewan bertulang belakang yang memiliki ciri khusus yaitu tubuh yang berbulu melindungi tubuh dan untuk membentuk sayap digunakan untuk terbang. Aves termasuk dalam omoiterm (suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan). Contohnya : burung merpati, ayam, bebek

5. Mamalia

Klasifikasi vertebrata merupakan spesies hewan yang memiliki kelenjar susu (mammae) yang berada pada daerah perut atau dada untuk menyusui anaknya. Tubuh hewan mamalia tertutupi bulu yang berfungsi sebagai insulasi yang memperlambat pertukaran panas dengan lingkungan. Hewan mamalia dianggap memiliki bagian dan fungsi otak yang lebih berkembang dari pada jenis hewan vertebrata lainnya. Contohnya : orang utan, kuda, gajah

Hewan Vertebrata; Secara umum, pada klasifikasi hewan bertulang belakang tersebut, memiliki tulang tipe simetri bilateral dengan bagian organ yang berada di dalam dan dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus pada bagian otak dilindungi oleh tulang tengkorak (kranium). Hewan vertebrata tersusun dengan sistem organ tubuh yang lengkap yang mencakup sistem pencernaan, alat pernafasan, peredaran tertutup (melalui pembuluh darah) dan sistem reproduksi seperti anatomi tubuh manusia.

Hewan Invertebrata

Hewan memiliki klasifikasi yang terbagi berdasarkan keberadaan, tulang belakang yaitu hewan invertebrata atau avertebrata yakni, hewan tanpa tulang belakang. Pada bahasan sebelumnya, kita telah mengulas klasifikasi hewan vertebrata yaitu hewan bertulang belakang yang ada di muka bumi ini. Klasifikasi hewan menurut ada tidaknya tulang belakang ini pertama kali diberikan oleh Chevalier de Lamarck, lalu Bagaimana perbedaan kedua klasifikasi hewan ini?? simak artikel ini selengkapnya.

Dalam klasifikasi hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) termasuk ke dalam hewan bersel satu (uniselullar) yang melakukan pemusatan aktivitas pada set tersebut, atau sel lebih dari satu ((multiselluler/metazoa) yang berarti sel dalam tubuhnya telah mengalami pembentukan jaringan untuk melakukan fungsi organ tubuh yang lebih kompleks.

Ciri ciri pada hewan avertebrata (invertebrata) bisa terlihat pada bagian susunan syaraf yang terletak di ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, kemudian pada umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton), lalu bagian otaknya tidak dilindungi oleh tengkorak. Klasifikasi hewan invertebrata yaitu :

1. Porifera

Porifera merupakan hewan yang memiliki lubang-lubang (berpori) yang merupakan sebuah filum pada hewan multiseluler yang paling sederhana. Pada bagian tubuh tersusun dari jaringan diploblastik ( dua lapisan jaringan ) dan memiliki lapisan luar oleh sel epidermis dan lapisan dalam tersusun atas sel sel leher (koanosit). Habitatnya berada di air tawar, dirawa, dilaut yang dangkal , air jernih dan tenang. Contoh hewannya Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia

2. Coelenterata

Jenis hewan avertebrata yang namanya, coelenteron = rongga bercirikan terdapat rongga – rongga pada tubuhnya. Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan yang memiliki sel penyengat. Sel penyengat ini terletak pada tentakel yang terdapat di disekitar mulutnya. Pada Coelenterata sudah membentuk jaringan dan koordinasi jaringan saraf yang sederhana. Jenis hewan ini contohnya pada hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.

3. Mollusca 

Jenis hewan invertebrata ini memiliki tubuh lunak tanpa segmen dan biasanya memiliki pelindung tubuh seperti berbentuk cangkang yang terbuat dari zat kapur untuk perlindungan terhadap musuhnya. Mollusca bisa hidup di air laut, air tawar dan di darat. Jenis hewan mollusca bisa ditemui pada kerang, , gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.

4. Echinodermata

Jenis hewan echinonermata merupakan ciri binatang dengan kulit berduri yang banyak hidup pada wilayah perairan laut. Memiliki 5 jumlah lengan simetris radial yang sudah berkembang dengan baik. Termasuk memiliki daya regenerasi yang tinggi, dengan tubuh yang tersusun dengan zat kapur. Contoh hewannya seperti, Bintang laut, Landak laut, Bintang ular, lili laut dan teripang.

5. Platyhelminthes

Hewan platyhelminthes merupakan jenis hewan sejenis cacing pipih yang memiliki tubuh simetris bilateral tanpa sistem peredaran darah seperti pada fungsi jantung. Cacing pipih banyak yang termasuk dalam golongan parasit pada binatang atau manusia yang menimbulkan penyakit seperti, cacing getar : planaria.

6. Nemathelminthes

Masih termasuk dalam keluarga vermes (cacing), nemathelminthes atau cacing gilik merupakan hewan invertebrata yang memiliki bentuk tubuh simetris bilateral, yang memiliki saluran pencernaan yang cukup baik tapi tidak ada sistem peredaran darah. Contohnya : cacng kremi dan cacing tambang.

7. Annelida

Jenis cacing pada kelas annelida memiliki tubuh yang terdiri dari segmen-segmen yang dilengkapi berbagai sistem organ pada tubuh yang baik dan juga sistem peredaran darah tertutup. Jenis hewan ini termasuk pada, cacing tanah dan lintah dan termasuk hewan hermafrodit.

8. Arthropoda

Bentuk hewan dengan kaki beruas-ruas  yang memiliki sistem saraf tali dan organ tubuh yang telah berkembang dengan baik. Menggunakan sistem peredaran darah terbuka dan tubuhnya terbagi menjadi beberapa segmen-segmen. Contoh hewan invertebrata ini terbagi menjadi kelas serangga, udang – udangan, laba – laba dan lipan.

Hewan Invertebrata

Perbedaan yang dapat kita lihat dari klasifikasi hewan invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan hewan vertebrata (hewan bertulang belakang) yaitu pada sistem syaraf yang menyusun tubuh mereka. Pada vertebrata sudah memiliki sistem pencernaan, sistem peredaran darah dan juga sistem reproduksi yang lebih sempurna jika dibandingkan dengan hewan avertebrata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: