hidrokarbon

Apersepsi Pernahkah Anda melihat intan? Intan merupakan salah satu batu mulia. Intan dapat diolah menjadi berlian yang sangat indah. Tidak heran jika berlian banyak digunakan sebagai perhiasan. Bukan hanya itu, intan juga dapat digunakan sebagai mata bor karena sifatnya yang keras dan tidak mudah patah. Intan hanyalah satu contoh senyawa karbon. Selain intan, masih banyak senyawa karbon lainnya. Jumlahnya mencapai lebih dari 10 juta. Atom karbon dapat berikatan dengan banyak atom lain. Senyawa hidrokarbon sangat banyak ditemukan di alam. Bensin, solar, minyak tanah, lilin, karbohidrat, dan lemak merupakan contoh senyawa-senyawa hidrokarbon

 
Grafit dan Bentuk Molekulnya
 
Intan dan Bentuk Molekulnya
 

Mata Bor Hitam

 
Bensin

MENGENAL SENYAWA HIDROKARBON 

Senyawa Karbon

Karl Wilhelm Scheele

Pada tahun 1780, seorang bernama Karl Wilhelm Scheele (1742 – 1786) membedakan senyawa menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Senyawa organik, adalah senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup. 
  2. Senyawa anorganik, adalah senyawa yang dihasilkan oleh benda mati.
 
Jons Jacob Berzelius

Tahun 1807, Jons Jacob Berzelius (1779 – 1848) menyatakan teori vis vitalis, yaitu bahwa senyawa-senyawa organik hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan daya hidup (vis vitalis),sehingga menurutnya tidak mungkin senyawa organik dibuat di laboratorium dengan menggunakan bahan senyawa anorganik.

Friederich Wohler
    Friederich Wohler (1800 – 1882) yang juga murid Berzelius berhasil menumbangkan teori sebelumnya, setelah dia berhasil menyintesis senyawa organik. Senyawa tersebut adalah urea (yang biasa dihasilkan dari urine makhluk hidup) dengan menggunakan zat anorganik, yaitu dengan mereaksikan perak sianat dengan amonium klorida membentuk amonium sianat. 

Mengidentifikasi Atom Karbon

     Jika Anda membeli roti bakar, biasanya terbentuk kerak hitam di permukaan roti. Apakah yang menyebabkan timbulnya kerak tersebut?. Kerak hitam pada roti bakar tersebut mengandung atom karbon. Hal ini disebabkan pada pembakaran tidak sempurna akan menghasilkan arang atau karbon, sedangkan pembakaran sempurna akan menghasilkkan CO2.
Roti Bakar mengandung Karbon
Arang merupakan Karbon
Sate Bakar

Uji Senyawa Karbon

  •   Uji Air Kapur
        Bertujuan untuk menguji keberadaan gas CO2. Adanya gas CO2 berarti menunjukkan bahwa senyawa tersebut mengandung C dan O. Uji air kapur dilakukan dengan cara melewatkan gas CO2 yang terbentuk ke dalam larutan kapur. Dapat dilakukan melalui percobaan sederhana.
Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan lilin (C20H42) yang direaksikan dengan oksigen dari udara (dibakar), hasil pembakaran lilin dilewatkan ke dalam larutan Ca(OH)2 1%, seperti ditunjukkan pada Gambar

Gambar Pengujian Atom Karbon
Gambar  Identifikasi karbon dan hidrogen menggunakan metode pembakaran lilin.
             Ketika lilin terbakar terjadi reaksi antara lilin dan oksigen dari udara. Jika pembakarannya sempurna, terjadi reaksi:
2C20H42(s) + 61O2(g) →40CO2(g) + 42H2O(g)
            Gas CO2 dan uap air hasil pembakaran akan mengalir melalui saluran menuju larutan Ca(OH)2. Bukti adanya CO2 ditunjukkan oleh larutan menjadi keruh atau terbentuk endapan putih dari CaCO3 (perhatikan Gambar). Persamaan reaksinya:
CO2(g) + Ca(OH)2(aq) →CaCO3(s) + H2O(l).

  • Uji kertas kobalt 

           Digunakan untuk menguji adanya H2O. Adanya H2O berarti menunjukkan adanya unsur H dan O. Pengujian menggunakan kertas kobalt ini dilakukan dengan cara menyentuhkan kertas kobalt kepada uap air hasil pembakaran senyawa karbon. Jika

bereaksi dengan uap air, kertas kobalt yang berwarna biru akan berubah warna menjadi merah jambu.
Kertas kobalt + Uap air   →    Kertas kobalt
(biru)                                       (merah jambu)
Kertas Kobalt
KEKHASAN ATOM KARBON
         Dimuka bumi telah dijelaskan bahwa senyawa organik tersusun atas unsur karbon. Sekarang ini ,jumlah senyawa karbon mencapai puluhan juta, jauh lebih banyak dibandingkan senyawa anorganik yang hanya berjumlah ratusan ribu. ( Hidayat,2010 ) . Senyawa karbon yang cukup banyak ini,terkait dengan adanya kekhasan atom karbon dibandingkan dengan atom karbon lain ,yaitu :
  •   Atom Karbon Memiliki 4 Elektron Valensi yang kuat dan stabil
        Berdasarkan konfigurasi keenam elektron yang dimiliki atom karbon didapatkan bahwa elektron valensi yang dimilikinya adalah 4. Untuk mencapai kestabilan, atom ini masih membutuhkan 4 elektron lagi dengan cara berikatan kovalen.
  • Atom Unsur Karbon Relatif Kecil
    Ditinjau dari konfigurasi elektronnya, dapat diketahui bahwa atom karbon terletak pada periode 2, yang berarti atom ini mempunyai 2 kulit atom, sehingga jari-jari atomnya relatif kecil. Hal ini menyebabkan ikatan kovalen yang dibentuk relatif kuat dan dapat membentuk ikatan kovalen rangkap.
  •  Atom Karbon dapat membentuk rantai karbon

Jarak antara valensi atom karbon relatife dekat dengan inti atomnya. Ini menyebabkan atom karbon sangat mudah bereaksi dengan atom karbon lainnya memberntuk rantai karbon yang bereaksi .Keadaan atom karbon yang demikian menyebabkan atom karbon dapat membentuk rantai karbon yang sangat panjang dengan ikatan kovalen. Selain itu dapat pula membentuk rantai lingkar (siklik).

  • Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon berbeda.
      Berdasarkan jumlah atom C yang diikat, atom C dapat dibedakan menjadi:
a. Atom C primer
b. Atom C sekunder
c. Atom C tersier
d. Atom C kuartener

Penjelasan
  • Atom karbon primer (dilambangkan dengan 10) adalah Atom karbon yang berikatan dengan satu atom karbon yang lainnya.
Contoh :
Dalam molekul etana (CH3-CH3) masing-masing atom karbon mengikat satu atom karbon tetangga. Oleh karena itu, dalam molekul etana terdapat dua atom C primer.
  • Atom karbon sekunder (dilambangkan dengan 20) adalah Atom karbon yang berikatan dengan dua atom karbon yang lainnya.
Contoh :
Dalam molekul propana (CH3-CH2-CH3) atom karbon pada posisi kedua mengikat dua atom karbon tetangga. Oleh karena itu, dalam molekul propana terdapat satu atom C sekunder.
  • Atom karbon tersier (dilambangkan dengan 30) adalah Atom karbon yang berikatan dengan tiga atom karbon lainnya.
Contoh :
CH3 dalam molekul isobutana (CH3-CH-CH3) atom karbon pada posisi kedua mengikat tiga atom karbon lainnya. Oleh karena itu, dalam molekul isobutana terdapat satu atom C tersier.
  • Aton C kuertener (dilambangkan dengan 40) adalah Atom C yang berikatan dengan empat atom C yang lain.
Atom C kuartener (40)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: